← Back to Writings

Blogger Archive

Navigating the Future: The Impact of AI on Islamic Economic Policy in the Digital Age

Navigasi Masa Depan: Dampak Artificial Intelligence (AI) terhadap Kebijakan Ekonomi Islam

Oleh: N. Asya'bani, A. A. Susanto, L. H. P. Choris, S. K. Indirwan, & A. B. Robani | Diterbitkan: Mei 2025 (Review of Islamic Economics and Finance)

Di era digital saat ini, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah mengubah lanskap berbagai sektor, tidak terkecuali kebijakan ekonomi. Integrasi AI ke dalam ekosistem Ekonomi Islam membawa angin segar sekaligus tantangan baru. Sebuah studi literatur sistematis terbaru mengupas tuntas bagaimana teknologi ini dapat dioptimalkan tanpa mencederai nilai-nilai syariah.

Abstrak Riset

"Studi ini bertujuan mengeksplorasi dampak transformatif kecerdasan buatan (AI) terhadap kebijakan ekonomi Islam di era digital. AI, dengan kemampuannya dalam analisis data, optimasi pengambilan keputusan, dan penilaian risiko, menghadirkan peluang besar untuk memajukan prinsip-prinsip ekonomi Islam yang menekankan keadilan, kesetaraan, dan kesejahteraan masyarakat. Menggunakan metodologi Systematic Literature Review (SLR) terhadap 24 studi, riset ini menilai kontribusi AI sekaligus tantangan integrasinya seperti desain algoritma yang etis, mitigasi bias, dan kerangka regulasi yang kuat..."

Poin Kunci & Hasil Temuan Utama

  • Peluang Akselerasi Prinsip Syariah: Kemampuan AI dalam memproses data skala besar (Big Data) dan menilai risiko secara presisi dapat mendukung tujuan utama ekonomi Islam (*Maqashid Shariah*), khususnya dalam menciptakan keadilan ekonomi, pemerataan kesejahteraan, dan mendorong inklusi finansial.
  • Tantangan Etika & Algoritma: Integrasi AI tidak luput dari risiko tersembunyi. Penelitian ini menyoroti perlunya memastikan desain algoritma yang etis, bebas dari bias data yang mendiskriminasi kelompok tertentu, serta mematuhi standar hukum dan moral Islam.
  • Kebutuhan Regulasi yang Tangguh: Agar inovasi tidak melanggar aturan agama, diperlukan kerangka regulasi baru yang kokoh yang mampu mengawal implementasi teknologi kecerdasan buatan ini agar tetap berjalan di koridor kepatuhan syariah (*Sharia Compliance*).
  • Sinergi Multipihak: Keberhasilan pemanfaatan AI dalam kebijakan ekonomi Islam masa depan sangat bergantung pada kolaborasi erat antara pembuat kebijakan (*policymakers*), lembaga keuangan syariah, dan para pengembang teknologi (*developers*).

Kesimpulan Masa Depan

Kunci utama dari transformasi digital ini terletak pada keseimbangan. Inovasi teknologi yang agresif harus berjalan beriringan dengan komitmen menjaga integritas etis dan religius. Riset ini meletakkan fondasi penting bagi studi lanjutan mengenai cara memanfaatkan AI demi mencapai masa depan ekonomi yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Tertarik untuk meninjau metodologi atau membaca versi lengkap (Full PDF) artikel ini?

Baca Artikel Selengkapnya di RIEF UPI

Referensi Sitasi Resmi:
Asya'bani, N., Susanto, A. A., Choris, L. H. P., Indirwan, S. K., & Robani, A. B. (2025). Navigating the future: The impact of AI on Islamic economic policy in the digital age. Review of Islamic Economics and Finance, 8(1), 125-150.
DOI: https://doi.org/10.17509/rief.v8i1.80936